Gaza dan teman-teman langsung menuju ke Panti Asuhan “Wali Songo” begitu sudah selesai Manasik Haji. Gaza dan teman-teman dan menyerahkan bantuan buat teman-teman Gaza yang kurang beruntung.
Ada yang memberi sembako, lemari pakaian, keranjang pakaian dll, yang diserahkan oleh Ibu Yuslidar (Kepala sekolah) dan perwakilan dari Komite.
Teman-teman Gaza yang dipanti Asuhan itu senang sekali menerima bantuan dari anak-anak RA-MUHAJIRIN DOTAMANA BATAM CENTER…
Gaza dan teman-teman juga mendengarkan pengajian dari Pak Ustad. Tapi Gaza lupa nama Pak Ustadnya habis gaza khan juga asyik ngobrol sendiri sama teman Gaza yang bernama Ovit dan A’i. Cuma gaza ingat Pak Ustadnya lucu sekali, terus Pak Ustad memberi nasehat “Kalau kita harus menyayangi anak Yatim dan Orang-orang Miskin di sekitar kita” itu saja yang Gaza ingat. Selebihnya Gaza sudah kecapekan (ngantuk) minta pulang.
Akhirnya acara selesai sudah, Gaza senang sekali karena Gaza boleh pulang. Sampai dirumah gaza ganti baju, cuci kaki dan tangan, makan siang dan langsung bobok siang…
Padat sekali kegiatan putraku hari ini…
"Ssssstttt…..boboknya nyenyak sekali…."
Selamat bobok ya sayang…SEMOGA APA YANG KAMU LAKUKAN HARI INI BISA MENJADI BEKAL KAMU KALAU BESAR NANTI UNTUK SELALU BERBAGI DENGAN TEMAN-TEMAN YANG KURANG BERUNTUNG. AMIN
Read more...
Monday, March 21, 2011
KUNJUNGAN KE PANTI ASUHAN WALI SONGO TAMAN RAYA BATAM CENTER
BELAJAR MANASIK HAJI DI ASRAMA HAJI BATAM
LABBAIK ALLAH HUMA LABBAIK......!
Tanggal 19 Maret hari Sabtu pagi Putraku sudah sibuk menyiapkan keperluannya guna mengikuti acara Manasik Haji bersama teman-teman sekolahnya dengan di pandu oleh Ibu guru.
Akupun dibuat repot guna menyiapkan bekal makanan kecil dan minuman.
“Bunda kalau manasik haji itu, berarti Gaza naik Haji ya?” Tanya putraku tiba-tiba
“Ya nggak Mas, nanti Mas Gaza baru belajar cara-cara menunaikan ibadah Haji. Jadi nanti kalau Mas Gaza mau naik Haji beneran Mas Gaza sudah pandai.” Jawabku sembari menerangkan.
Gaza putraku hanya mengangguk sambil tersenyum riang.
Waktu menunjukkan pukul 8.30 pagi, Gaza dan teman-teman sudah menaiki bus besar untuk diantar ke Asrama Haji Batam, guna belajar manasik haji. Didalam bus teman-teman gaza didampingi orang tua masing-masing, selain ibu guru wali kelas.
Di dalam bus yang Gaza naiki dibimbing oleh Ibu Erni dan Ibu Zattina. Suasana di dalam bus itu ramai sekali kayak di pasar.
“Labbaik allah huma labbaik……”
Akhirnya sampailah Anak-anak di Asrama Haji. Kemudian bu guru mengabsen muridnya satu persatu dan membimbingnya untuk membuat barisan. Untuk “Thowaf” memutari Ka’bah….
Yang paling lucu pada saat melontar Jumrah. Ibu Guru Ida dengan lantang berteriak: “sekarang melontar jumrah ya anak-anak..! anggap saja didepan kita itu setan…!” teriaknya.
Dasar anak-anak tentu saja teriakan Ibu guru Ida itu jadi bahan percakapannya. Begitupun Gaza, pada saat jam istirahat Gaza langsung membahas tentang melempar jumrah itu denganku.
“bunda, memang itu tadi didalam dinding itu ada setannya beneran ya?” katanya nya bisik-bisik takut kedengaran temannya.
“ya nggaklah mas, itu pura-puranya saja, gaza khan sudah tahu ceritanya Nabi Ibrahim as, ya khan?” jawabku rada geli juga. “Bu Ida tadi bilang “pura-pura”nya itu setan. Ingat nggak hayo..” sambungku lagi
“oh iya, ya. Gaza lupa” katanya sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
Akhirnya selesailah sudah acara manasik haji itu. Dan anak-anak kembali kesekolah lagi untuk persiapan kunjungan ke Panti Asuhan Wali Songo di daerah Taman Raya Batam Center.
MUDAH-MUDAHAN KALAU BESAR BENAR-BENAR BISA MELAKSANAKAN HAJI YANG SESUNGGUHNYA, BUNDA SELALU BERDO’A SEMOGA KELAK GAZA MENJADI HAJI YANG MAMBRUR. AMIN
Read more...
Thursday, January 27, 2011
KUNJUNGAN KE PERUSAHAAN AIR MINUM (ATB) BERSAMA BU GURU
"Ayo pergi tamansya....
berkeliling-keliling kota...
hendak melihat-lihat...
keramaian yang ada..."
Itu sepenggal lagu-lagu yang dinyanyikan teman-teman Gaza yang di dalam bus dengan sangat riangnya, dengan dipimpin oleh Ibu Jatinah dan Ibu Erni.
Aku lihat putraku sangat senang sekali, naik bus bersama-sama dengan banyak temannya.
Ada yang mengantuk, ada yang menyanyi, ada yang bercerita tentang apa saja yang mereka lihat. Pokoknya heboh sekali!
Busnya sangat besar, yang membawa Gaza dan teman-teman TK Al- Mujarini Komplek Dutamana, Batam Center, dalam rangka kunjungan wisata ke Perusahaan Air Minum Daerah Pulau Batam (ATB). Mereka pergi tanpa didampingi oleh ayah dan ibunya, mereka hanya didampingi oleh ibu guru dan ibu-ibu komite sekolah.
Beruntung Gaza bisa didampingi oleh bundanya, yang kebetulan membantu Komite disekolah.
Sesampai di kantor Adya Tirta Batam (ATB), Gaza dan Teman-temannya disambut oleh Kak Putri dan Pak Nana dari pihak ATB. Beliau ramah sekali menemani Gaza dan teman-temannya.
Pak Nana dan Kak Putri menjelaskan proses pengolahan air minum, dari masih berujud air yang masih kotor (air hujan) hingga sudah siap diminum dirumah-rumah. Gaza dan teman-teman akhirnya tahu bahwa air minum yang biasa diminum dirumah, yang biasa buat masak bundanya dirumah adalah mempunyai proses yang sangat panjang.
Kak Putri dan Pak Nana juga berpesan pada Gaza dan teman-temannya untuk selalu berhemat dalam pemakaian air minum, soalnya persediaan air di Pulau Batam sangat terbatas. Karena Pulau Batam hanya mengandalkan air hujan sebagai sumber air minum.
Bayangkan kalau seandainya 4 bulan Batam tidak hujan, pasti Gaza dan teman-teman susah sekali cari air minum dan mau mandi, bunda juga susah sekali mau memasak, karena air PAMnya mati.
Gaza dan teman-teman jadi bertambah ilmunya karena berkunjung ke Perusahaan Pengolahan air Minum (ATB)di Muka Kuning Batam.
Begitu hari menjelang siang Gaza dan teman-teman dibagikan kaos cantik oleh Pak Nana dan Kak Putri dari ATB. Terima kasih Kak Putri dan Pak Nana....
Kemudian Bu Yus (Ibu Kepala Sekolah TK Al-Muhajirin) dan Ibu Guru Erni menuyuruh Gaza dan teman-temannya untuk memakai kaos itu...
Wow...Gaza dan teman-temannya kelihatan Cantik dan ganteng!
Akhirnya Gaza dan teman-teman berpamitan dengan Kak Putri dan Pak Nana itu kembali lagi ke sekolah. Didalam Bus Gaza dan teman-teman sudah kecapekan, dan "sssstttt....ada yang tertidur...." kata Bu Jatinah.
Begitu sampai disekolah... teman-teman Gaza sudah dijemput orang tuanya masing-masing...
"Gaza...! da da...aku pulang dulu ya....! " teriak Ai
"Iya besok kita ketemu lagi disekolah ya...! "jawab Gaza tak kalah lantang teriaknya....(BLOG GAZA)
Read more...
Friday, January 21, 2011
MELIHAT LUMBA-LUMBA

Lumba-Lumbanya Pandai Berhitung
Malam minggu itu Putraku sangat resah, karena mendengar pertunjukkan lumba-lumba dari Dunia Fantasi Ancol akan selesai.
"Bunda boleh nggak menemani Gaza melihat lumba-lumba. Gaza janji habis ini Gaza mau belajar rajin dan menurut sama bunda." begitu rayu putraku
"Mas Bunda khan gak punya uang, buat nontonnya..."jawabku dengan ekspresi yang pura-pura sedih.
"Bunda tadi Gaza sudah bilang sama Ayah, Ayah mau mengajak Gaza..."
"Ya sudah, nanti kita nonton ya..."
Malam itu berangkatlah Kami berdua diantar oleh Ayahnya. Dengan sangat gembira Gaza mau antri sendiri membeli tiket masuk, yang memang pada saat itu lumayan banyak pengunjung yang ingin melihat pertunjukkan terakhir si lumba-lumba.
Pertunjukkan sudah dimulai, Aku melihat putraku sangat gembira dan sangat takjub melihat kelihaian lumba-lumba.
"Bunda lumba-lumba yang namanya Sharon itu pandai ya? dia bisa berhitung..." katanya dengan sangat takjub. "Gaza juga mau belajar ah, biar pandai seperti lumba-lumba itu" lanjutnya lagi.
"Iya dong Mas, masa Mas Gaza kalah sama lumba-lumba." sambungku sambil menggoda putraku yang melihat tanpa berkedip.
Gaza dicium lumba-lumba
Pertunjukkannya memang sangat menarik bagi anak-anak, dan memacu anak-anak untuk merasa malu pada dirinya sendiri. Sebab binatang saja bisa dengan mudah diatur, dan pandai melakukan sesuai dengan perintah pelatihnya.
"Tuh Mas, lumba-lumba, anjing laut, dan singa lautnya pandai khan?"
"iya bunda, Gaza juga bisa kok..." putraku gak mau kalah mendengar perkataanku.
Tiba-tiba ada pengumuman siapa saja boleh mendapat giliran dicium lumba-lumba. Secara refleks putraku tunjukkan tangan dengan suara yang sangat lantang.
"Gaza mau dicium lumba-lumba!" teriaknya sambil tunjuk jari.
Rada keder juga nich lihat keberanian putraku, sebab mau nggak mau aku yang masih rada ketakutan sama binatang itu harus menemaninya di dekat kolam tempat atraksi.
GAza langsung berlari mendekati om pelatih lumba-lumba.
"Sharon..!" kata om pelatihnya memanggil si lumba-lumba, yang kemudian berenang mendekati Putraku.
"muuuuuuaccchhh....."
"hihihihi...Gaza dicium lumba-lumba! Gaza anak berani ya..." teriakku memuji keberanian Gaza.
"Gaza nggak takut, lumba-lumbanya baik sama Gaza" katanya dengan sangat girang...
Akhirnya pertunjukkan pun selesai, Gaza kecapekan dan udah ngantuk. Kita pulang ya Mas, besok khan sekolah.
Read more...
