Sunday, June 28, 2009

DENGAR...! GAZA MAU NYANYI...

Begitulah putraku kalau mau menunjukkan aksi panggungnya agar orang-orang melihat dan mendengarnya. Apalagi sekarang dia sudah punya penyanyi idola dan boyband favorit.

...hancur hancur hatiku...
hancur hancur hatiku...
hancur hancur hatiku...


Dengan membawa gagang sapu, atau benda apa saja sekenanya untuk dijadikan microphone dia bernyanyi dengan lincah menyanyikan lagu idolanya. Beberapa saat kemudian

Dia sudah beralih ke lagu yang lain dengan gaya seorang vokalis band favoritnya.

...suara dengarkanlah aku...
apakah aku ada di hatinya...
aku disini menunggunya...


Begitulah gaya putraku kalau dia lagi unjuk kebolehan didepanku.
Pernah suatu ketika aku tanya ke dia: "Mas Gaza, anak kecil khan gak boleh nyanyiin lagu-lagu anak besar." Apa jawab putraku?
"Ih bunda teman-teman gaza nyanyi lagu anak besar tapi mamanya gak marah." Aku baru sadar kalau putraku sudah pinter 'ngeles' kalau dinasehati.

Pernah suatu hari aku setelin seharian lagu anak-anak Idola Cilik, Apa komentar Putraku...
"Ih bunda itu khan lagunya anak kecil, Gaza gak suka..." Aku kaget dengar jawabannya.
"Emang Gaza sudah besar?" tanyaku soelah-olah penasaran ingin tahu.
"Udah Bunda, Gaza khan makannya banyak... Gaza suka bantu bunda goreng telur..." jawabnya dengan serius.
"Tapi khan Gaza belum sunat..."Lanjutku lagi pura-pura merajuk.
"sunatnya nanti bunda kalau Gaza sudah sekolah yang banyak (SD)."Jawabnya lagi.
"Kalau belum sunat berarti Mas Gaza masih kecil..." aku menerangkan ke Putraku.
"Terus kalau Gak boleh nyanyi lagu anak besar, Gaza nyanyi lagu apa dong?" Tanyanya sambil sedikit manyun mulutnya.
"Ya lagu anak-anak dong..." jawabku
"Bunda kalau lagu...'C...A minor...D minor...ke G...ke C lagi...boleh gak?" Tanyanya sambil menyanyikan refrain sebuah lagu...
"Boleh..." jawabku mengijinkan...karena lagunya jenaka dan santun untuk dinyanyikan anak-anak.
"Asyik...!...bunda AXIS Ya ('baik' jinggel sebuah iklan seluler)..."Teriaknya
"Ya iya dong..." jawabku.

Mulai saat itu Putraku kalau mau menyanyikan lagu sekiranya itu punya orang dewasa dia selalu minta ijin sama aku...GAZA...GAZA...I love you...
Read more...

Monday, May 4, 2009

"PENGEMIS ITU KASIHAN ...BUNDA"

Siang itu aku mengajak Putraku Gaza (4 th) ke Pasar traditional. Ini merupakan pengalaman pertama bagi Gaza aku ajak ke pasar yang keadaannya kotor dan bau. Memang pertama kalinya dia menginjakkan kakinya ke pasar tersebut meluncur berbagai komentar dari mulutnya....
"Bunda...eskokotor (eskalator) kotor ya...ih..bau...itu banyak kuman ya bunda..?" tanyanya dengan gaya cadelnya.
" Gaza gak mau pegang eskokotor (eskalator) bunda, nanti tangan Gaza kotor..." lanjutnya lagi.
"Tempatnya memang kotor Gaza...tapi kalau belanja disini harganya murah..." Aku berusaha menjelaskan kepada Gaza.
"Kalau di Mall mahal ya, bunda?" tanyanya lagi
"iya..." jawabku..

Beberapa jam kemudian begitu sudah selesai belanja aku dan Gaza pulang, sambil bergandengan tangan aku dan Gaza menuruni anak tangga pintu keluar pasar...
Tiba-tiba gaza berhenti didepan pengemis yang kedua belah tangannya cacat (diamputasi)...
" Bunda Gaza mau minta uang buat pengemis..." pintanya kepadaku
Aku berikan uang koin kepada Gaza untuk diberikan kepada pengemis.
"ini uangnya...kakek...." kata Gaza kepada pengemis itu.
"Diletakkan saja uangnya di ember itu Gaza, Kakeknya gak bisa menerima pakai tangan..." kataku mengingatkan Gaza.
Kejadian mengenai Pengemis itu sudah berlalu. Aku dan Gaza sudah sampai rumah, dan aku pikir Gaza sudah tidak mengingat kejadian itu lagi.
Waktu sudah menjelang Isya dimana waktunya Gaza untuk pergi tidur.
"Bunda, Gaza capek mau bobok..." katanya padaku
"Ok...Gaza sikat gigi, cuci kaki dan ganti baju terus bobok..." jawabku sambil mengingatkan rutinitas Gaza.
Aku siapkan semua keperluan Gaza untuk berangkat tidur...begitu dia sudah merebahkan tubuhnya di tempat tidur, tiba-tiba dia bertanya:
"Bunda, Kakek pengemis itu kalau makan gimana ya? kakek itu gak punya tangan..."tanyanya
" Ya pakai kaki ambil makannya, atau dusuapin sama cucunya atau anaknya..."jawabku
"kakek pengemis kasihan ya, bunda... Gaza mau suapin kakek pengemis itu..." lanjutnya.
"Gaza mau suapin kakek itu?" tanyaku terkagum-kagum.
"iya, bunda..." jawabnya. "Bunda kakek pengemis itu rumahnya dimana?" tanyanya dengan masih penasaran.
"kakek itu gak punya rumah...dia bobok di dekat eskalator yang kotor itu..."jawabku membangkitkan emosi Gaza.
"Bunda...Kakek pengemis itu biar bobok di rumah Gaza ya...Kakek itu suruh mandi dulu terus bobok di rumah Gaza, makan di rumah Gaza...biar gak sakit..."katanya dengan sedikit emosi.
"Boleh. Makanya Gaza sekolah yang pinter, rajin menabung...nanti uangnya buat membantu orang seperti kakek pengemis itu ya..." aku sedikit menenangkan hati Gaza.
"iya Bunda..." jawabnya
"Sekarang Gaza baca Do'a...terus tidur biar besok gak kesiangan....Good night Gaza... I love you...Assalamualaikum"sapaku mengantar tidur.
"Good night...i yuv yu ( ilove you)...Salaaaam.." jawabnya dengan gaya cadelnya...
Perasaanku sangat bangga melihat pertumbuhan putraku...mudah-mudahan apa yang dia inginkan barusan, ingin menyantuni orang-orang kurang beruntung akan terlaksana, AMIN. Bunda berdo'a untuk mu Nak...


Read more...

Tuesday, March 10, 2009

"GAZA HILANG DI MALL"

Awal Januari Kemaren aku bersama Gaza ( 3th) dan Ayahnya jalan- ke Mall karena Gaza mau mencari buku bacaan. Pada saat sibuk mencari keperluan masing-masing tiba-tiba aku teringat Gaza. Aku Tanya sama Ayahnya kemana Gaza gak kelihatan. Ayahnya bilang Gak tahu. Ayahnya hanya bilang: “ bentar lagi pasti ada pengumuman..”

Betul juga beberapa detik kemudian terdengar dari ruang informasi mengumumkan tentang anak hilang. Aku tersenyum-senyum sambil menuju kasir. Salah satu dari kasirnya Tanya sama aku:
“ itu yang hilang putra ibu ya?”
“ iya” jawabku
“Tadi putra ibu lewat sini kearah satpam.” Kasir menjelaskan sambil terkagum-kagum “ pantas ibu gak khawatir habis putranya pinter.” Lanjutnya kasir itu lagi.
Aku hanya senyum-senyum mendengar komentarnya.
Begitu keluar dari kasir tiba-tiba ada satpam yang menemuiku.
“Yang hilang putra ibu ya?” Tanya satpam
“ iya pak…” jawabku
“ tadi putranya lapor ke saya katanya bundanya hilang, kemudian saya bawa ke informasi.” Lanjut satpam itu lagi.

Aku sangat bangga sama anakku dia semakin dewasa bertindak, tidak cengeng, dan tidak ceroboh. Setelah mengucapkan terima kasih sama Satpam Aku langsung jemput putraku di informasi. Putraku senyum-senyum begitu melihat aku. Aku langsung peluk putraku sambil bertanya:
“ Tadi Mas Gaza kemana?”
“ Gaza nyari bunda, bunda hilang, Gaza bilang Pak Satpam.” Jawabnya dengan gaya cadelnya
“ Gaza gak naik escalator sendiri khan?” tanyaku lagi. Karena jujur saja aku rada resah takutnya kalau Gaza naik escalator sendirian. Atau ikut orang yang tidak di kenal.
“ Gaza masih kecil gak boleh naik escalator sendiri, Gaza tadi cari bunda aja.” Jawab Gaza lagi

Aku bangga sekali pada Putraku, ternyata dia menyerap semua informasi yang aku berikan. I love u Gaza, Bunda sayang Gaza….
Read more...

"I YUV U..."

Putraku diam-diam sudah mulai mengerti perasaan orang. Kadang kalau aku lagi emosi dengan putraku aku memilih diam. Aku sengaja gak banyak komentar tapi untuk sementara menghindar beberapa waktu.

Tapi memang betul trikku sangat jitu. Terbukti putraku langsung datang padaku, sambil berkata: "Bunda jangan marah...nanti Gaza sedih".
Biarpun pada saat itu emosiku lagi memuncak. Langsung lilih lantak.
"Tahu nggak kenapa Bunda marah?" tanyaku.
Bila kutanya seperti ini putraku diam. Mungkin tahu kesalahannya kali ya...

gaza nggak mau Bunda marah, khan?" tanyaku sedikit tegas.
"Bunda jangan marah...Gaza sedih. "Jawabnya sambil berkaca-kaca.
Aku peluk putraku."Mas Gaza nggak boleh ngulangi lagi ya..."
"Iya... " Jawabnya.Tiba-tiba meluncur dari mulutnya " I Yuv Yu....Bunda..."
I love you too...Gaza."jawabku penuh perasaan.

Hal -hal seperti inilah yang patut aku syukuri. Bahwa Pengorbananku selama ini untuk mendidik dia, ngawasin dia...ada hasilnya.Dia sangat mengerti dan peduli dengan lingkungannya. Dia juga mulai mengeti apa artinya berbagi dengan teman-temannya
Yang utama bagiku apabila dia salah dia tahu akan kesalahannya dan mau mengakui kesalahannya.
Sehingga apapun yang dia lakukan terhadap teman-temannya pasti ada konsekuensinya. Cuma aku tidak menerapkan hal ini terlalu keras, karena dia masih terlalu kecil.

Yang penting disini aku harus hati-hati bersikap, karena sekecil apapun sikapku akan termemori olehnya.
Read more...